
Banyak orang menganggap influenza hanyalah “flu biasa” yang akan sembuh dalam beberapa hari. Padahal, di balik gejala seperti demam dan batuk, influenza menyimpan dampak yang jauh
lebih luas—baik bagi individu maupun sistem kesehatan.
Setiap tahunnya, influenza menyebabkan jutaan kasus penyakit dan ratusan ribu kematian di seluruh dunia (1).
Artinya, influenza bukan hanya penyakit ringan, tetapi beban kesehatan global yang sering terabaikan
Influenza dikenal sebagai penyakit saluran pernapasan. Namun, efeknya tidak berhenti di paru-paru.
Infeksi influenza dapat memicu respons peradangan di seluruh tubuh yang berdampak pada berbagai organ, termasuk jantung dan pembuluh darah (2).
Dalam beberapa kasus, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
● Pneumonia
● Sepsis
● Gangguan kardiovaskular
● Perburukan penyakit kronis yang sudah ada (1,3)
Inilah yang membuat influenza menjadi lebih berbahaya, terutama pada kelompok berisiko tinggi
Tidak semua orang mengalami influenza dengan tingkat keparahan yang sama. Kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi meliputi:
● Anak usia di bawah 5 tahun
● Lansia
● Ibu hamil
● Individu dengan penyakit kronis (seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan paru) (1)
Pada kelompok ini, influenza tidak hanya menyebabkan gejala berat, tetapi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.
Selain dampak klinis, influenza juga membawa beban sosial dan ekonomi yang besar. Selama musim influenza:
● Tingkat absensi kerja dan sekolah meningkat
● Produktivitas menurun
● Fasilitas kesehatan dapat mengalami lonjakan pasien (1)
Hal ini menunjukkan bahwa influenza bukan hanya masalah individu, tetapi juga berdampak pada masyarakat secara luas.
Salah satu dampak yang sering tidak disadari adalah hubungan antara influenza dan penyakit kardiovaskular. Infeksi influenza dapat:
● Memicu peradangan sistemik
● Mengganggu stabilitas plak pada pembuluh darah
● Meningkatkan risiko pembekuan darah
Akibatnya, risiko kejadian seperti serangan jantung dan stroke dapat meningkat setelah infeksi influenza (2,4).
Karena influenza menyebar dengan sangat mudah, terutama di lingkungan padat seperti sekolah, kantor, atau transportasi umum (1).
Penularan terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, serta melalui tangan atau permukaan yang terkontaminasi.
Artinya, tanpa pencegahan yang tepat, penyebaran influenza dapat terjadi dengan cepat.
Vaksin influenza merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi dan mengurangi risiko komplikasi (1). Selain mencegah penyakit, vaksin juga dapat:
● Mengurangi keparahan gejala
● Menurunkan risiko rawat inap
● Mengurangi komplikasi serius, termasuk yang berkaitan dengan jantung (5)
Karena virus influenza terus berubah, vaksinasi dianjurkan dilakukan setiap tahun untuk perlindungan optimal.
Influenza bukan sekadar flu biasa.
Di balik gejala yang tampak ringan, terdapat risiko komplikasi serius dan beban kesehatan
yang besar, baik bagi individu maupun masyarakat.
Dengan memahami dampaknya yang luas, langkah pencegahan seperti vaksinasi menjadi semakin penting—bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar kita.
Karena pada akhirnya, influenza adalah penyakit yang terlihat sederhana, tetapi berdampak besar.
Referensi
Kenali cara membantu melindungi diri dan orang terdekat dari dampak influenza yang lebih serius.

Banyak orang menganggap influenza hanyalah “flu biasa” yang akan sembuh dalam beberapa hari. Padahal, di balik gejala seperti demam dan batuk, influenza menyimpan dampak yang jauhlebih luas—baik bagi individu maupun sistem kesehatan. Setiap tahunnya, influenza menyebabkan jutaan kasus penyakit dan ratusan ribu kematian di seluruh dunia (1).Artinya, influenza bukan hanya penyakit ringan, tetapi beban kesehatan global yang sering terabaikan Lebih dari Sekadar Penyakit Pernapasan Influenza dikenal sebagai penyakit saluran pernapasan. Namun, efeknya tidak berhenti di paru-paru. Infeksi influenza dapat memicu respons peradangan di seluruh tubuh yang berdampak pada berbagai organ, termasuk jantung dan pembuluh darah (2). Dalam beberapa kasus, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:● Pneumonia● Sepsis● Gangguan kardiovaskular● Perburukan penyakit kronis yang sudah ada (1,3)Inilah yang membuat influenza menjadi lebih berbahaya, terutama pada kelompok berisiko tinggi Siapa yang Paling Berisiko? Tidak semua orang mengalami influenza dengan tingkat keparahan yang sama. Kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi meliputi:● Anak usia di bawah 5 tahun● Lansia● Ibu hamil● Individu dengan penyakit kronis (seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan paru) (1) Pada kelompok ini, influenza tidak hanya menyebabkan gejala berat, tetapi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada. Dampak yang Sering Tidak Terlihat Selain dampak klinis, influenza juga membawa beban sosial dan ekonomi yang besar. Selama musim influenza:● Tingkat absensi kerja dan sekolah meningkat● Produktivitas menurun● Fasilitas kesehatan dapat mengalami lonjakan pasien (1)Hal ini menunjukkan bahwa influenza bukan hanya masalah individu, tetapi juga berdampak pada masyarakat secara luas. Influenza dan Risiko Penyakit Serius Salah satu dampak yang sering tidak disadari adalah hubungan antara influenza dan penyakit kardiovaskular. Infeksi influenza dapat:● Memicu peradangan sistemik● Mengganggu stabilitas plak pada pembuluh darah● Meningkatkan risiko pembekuan darah Akibatnya, risiko kejadian seperti serangan jantung dan stroke dapat meningkat setelah infeksi influenza (2,4). Mengapa Pencegahan Itu Penting? Karena influenza menyebar dengan sangat mudah, terutama di lingkungan padat seperti sekolah, kantor, atau transportasi umum (1). Penularan terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, serta melalui tangan atau permukaan yang terkontaminasi.Artinya, tanpa pencegahan yang tepat, penyebaran influenza dapat terjadi dengan cepat. Peran Vaksin Influenza Vaksin influenza merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi dan mengurangi risiko komplikasi (1). Selain mencegah penyakit, vaksin juga dapat:● Mengurangi keparahan gejala● Menurunkan risiko rawat inap● Mengurangi komplikasi serius, termasuk yang berkaitan dengan jantung (5) Karena virus influenza terus berubah, vaksinasi dianjurkan dilakukan setiap tahun untuk perlindungan optimal. Kesimpulan Influenza bukan sekadar flu biasa. Di balik gejala yang tampak ringan, terdapat risiko komplikasi serius dan beban kesehatanyang besar, baik bagi individu maupun masyarakat. Dengan memahami dampaknya yang luas, langkah pencegahan seperti vaksinasi menjadi semakin penting—bukan hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar kita. Karena pada akhirnya, influenza adalah penyakit yang terlihat sederhana, tetapi berdampak besar. Referensi World Health Organization. (2025). Influenza (seasonal).https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal) (dikutip padatanggal 20 April 2026). Skaarup, K. G., et al. (2023). Influenza and cardiovascular disease pathophysiology.European Heart Journal Supplements.https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10021500/ (dikutip pada tanggal 20 April2026). Neyestanaki, M. H. K., et al. (2024). Influenza and its cardiovascular complications.Acta Angiologica. https://journals.viamedica.pl/acta_angiologica/article/view/99211(dikutip pada tanggal 20 April 2026). Estabragh, Z. R., & Mamas, M. A. (2013). The cardiovascular manifestations ofinfluenza. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0167527313003537(dikutip pada tanggal 20 April 2026). Hasibuan, A. S., et al. (2025). Benefit of influenza vaccination in patients withcardiovascular disease. Acta Medica Indonesiana.https://actamedindones.org/index.php/ijim/article/view/3230 (dikutip pada tanggal 20April 2026).

Banyak orang tua mengenal HFMD (flu Singapura) sebagai penyakit ringan yang sering dialami anak-anak. Biasanya hanya ditandai dengan demam dan ruam, lalu sembuh dengan sendirinya. Namun, tidak semua HFMD bersifat ringan. Ada jenis virus tertentu, yaitu Enterovirus 71 (EV71), yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diwaspadai sejak awal (1). Apa Itu HFMD dan Siapa yang Berisiko? HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) adalah penyakit infeksi yang umum terjadi pada anak, terutama usia di bawah 5 tahun (2). Gejala yang sering muncul antara lain: ● Demam ● Luka atau sariawan di mulut ● Ruam atau lepuhan di tangan dan kaki Sebagian besar kasus memang ringan. Namun, pada beberapa kasus tertentu—terutama yang disebabkan oleh EV71—penyakit ini bisa berkembang menjadi lebih serius (1). EV71: Ketika HFMD Menjadi Berbahaya Berbeda dengan virus penyebab HFMD lainnya, EV71 memiliki kecenderungan menyerang sistem saraf (1). Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti: ● Meningitis (radang selaput otak) ● Ensefalitis (radang otak) ● Gangguan pernapasan ● Bahkan kematian pada kasus berat (1,3) Yang perlu diwaspadai, kondisi ini dapat berkembang dengan cepat pada anak-anak. Penyebaran yang Cepat di Lingkungan Anak HFMD merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama di lingkungan dengan interaksi tinggi seperti sekolah dan daycare (2). Virus dapat menyebar melalui: ● Droplet (batuk dan bersin) ● Kontak langsung dengan cairan lepuhan ● Permukaan benda yang terkontaminasi Anak yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus sebelum gejala muncul, sehingga penyebarannya sering tidak disadari (2). Risiko yang Tidak Selalu Terlihat Wabah HFMD sering terjadi di berbagai negara, khususnya di kawasan Asia Pasifik (3). Meskipun sering dianggap ringan, HFMD tetap memiliki potensi menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak kecil (3). Karena itu, penting bagi orang tua untuk tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan sejak dini. Peran Vaksin EV71 dalam Pencegahan Saat ini, vaksin untuk melindungi anak dari HFMD berat akibat EV71 telah tersedia dan mulai digunakan sebagai upaya pencegahan (4). Vaksin ini membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus EV71 sebelum terjadi infeksi. Beberapa manfaat vaksin EV71: ● Mengurangi risiko komplikasi neurologis ● Menurunkan risiko rawat inap ● Memberikan perlindungan pada anak usia dini yang paling rentan (4,5) Vaksin ini umumnya direkomendasikan untuk anak usia mulai 6 bulan ke atas (4). Langkah Pencegahan Sehari-hari Selain vaksinasi, orang tua juga dapat melakukan langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan: ● Mengajarkan anak mencuci tangan secara rutin ● Membersihkan mainan dan permukaan yang sering disentuh ● Menghindari kontak dengan anak yang sedang sakit Langkah ini penting karena HFMD sangat mudah menyebar di lingkungan anak (2). Kesimpulan HFMD memang sering dianggap sebagai penyakit ringan, tetapi jenis virus seperti EV71 dapat menyebabkan komplikasi serius pada anak. Dengan penyebaran yang cepat dan risiko yang tidak selalu terlihat, pencegahan menjadi langkah paling penting. Vaksinasi EV71, didukung dengan kebiasaan hidup bersih, dapat membantu melindungi anak sejak dini. Karena dalam kesehatan anak, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Referensi World Health Organization. (2011). A guide to clinical management and public health response for hand, foot and mouth disease (HFMD). https://www.who.int/publications/i/item/9789241502540 (dikutip pada tanggal 20 April 2026). Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Hand, foot, and mouth disease (HFMD). https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/index.html (dikutip pada tanggal 20 April 2026). Xing, W., et al. (2014). Epidemiological characteristics of hand, foot, and mouth disease in China. The Lancet Infectious Diseases, 14(4), 308–318. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(13)70342-6 (dikutip pada tanggal 20 April 2026). Zhu, F. C., et al. (2014). Efficacy, safety, and immunogenicity of an enterovirus 71 vaccine in China. The New England Journal of Medicine, 370(9), 818–828. https://doi.org/10.1056/NEJMoa1304923 (dikutip pada tanggal 20 April 2026). Kalventis. (2025). Vaksin EV71: Kenali manfaatnya untuk mencegah HFMD berat. https://www.kalventis.co.id/artikel/vaksin-ev71-kenali-manfaatnya-untuk-mencegah-hfmd-berat (dikutip pada tanggal 20 April 2026).

Kehamilan adalah masa penuh harapan sekaligus tanggung jawab besar bagi setiap calon ibu. Selama sembilan bulan, berbagai upaya dilakukan untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan memastikan tumbuh kembang bayi berlangsung optimal. Namun, ada satu langkah penting yang masih sering terlewatkan, yaitu vaksinasi selama kehamilan. Banyak ibu hamil bertanya: Apakah vaksin aman saat hamil? Vaksin apa saja yang direkomendasikan? Apakah vaksin bisa melindungi bayi? Kapan waktu terbaik untuk vaksinasi? Faktanya, vaksinasi tidak hanya membantu melindungi ibu dari penyakit tertentu, tetapi juga dapat memberikan perlindungan awal bagi bayi bahkan sebelum ia lahir. Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk mencegahnya: vaksinasi selama kehamilan (1). Kenapa Ibu Hamil Lebih Rentan Sakit? Saat hamil, sistem imun ibu mengalami perubahan agar tubuh dapat menerima janin. Di satu sisi, ini penting untuk perkembangan bayi. Tapi di sisi lain, kondisi ini membuat ibu lebih mudah terkena infeksi, termasuk influenza (2). Jika terkena infeksi, risikonya bukan hanya dirasakan ibu—tetapi juga bisa berdampak pada bayi, seperti meningkatkan risiko kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah (1). Flu Biasa yang Bisa Jadi Tidak Biasa Banyak orang menganggap influenza hanya penyakit ringan. Padahal, pada ibu hamil, flu bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, bahkan membutuhkan perawatan di rumah sakit (1). Selain itu, infeksi influenza juga dapat memengaruhi kondisi janin selama kehamilan (1) Ancaman Lain: Batuk Rejan pada Bayi Berbeda dengan influenza, pertusis atau batuk rejan justru lebih berbahaya bagi bayi yang baru lahir. Bayi belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dan belum mendapatkan imunisasi lengkap. Akibatnya, infeksi pertusis bisa menyebabkan komplikasi berat (3). Inilah alasan mengapa perlindungan perlu dimulai sejak bayi masih dalam kandungan. Solusinya: Vaksin Influenza dan Tdap Vaksin Influenza Vaksin influenza membantu melindungi ibu dari risiko sakit berat selama kehamilan (1). Menariknya, manfaatnya tidak berhenti di ibu saja. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi dapat diteruskan ke bayi melalui plasenta (4). Artinya, bayi sudah mendapatkan perlindungan bahkan sebelum ia lahir Vaksin Tdap Vaksin Tdap berfungsi melindungi bayi dari pertusis di awal kehidupannya. Ketika ibu menerima vaksin ini saat hamil, tubuh akan membentuk antibodi yang kemudian ditransfer ke bayi (4). Hasilnya, bayi memiliki perlindungan awal sebelum mendapatkan vaksinasi sendiri setelah lahir. Rekomendasi di Indonesia Di Indonesia, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia juga merekomendasikan vaksinasi selama kehamilan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan bayi (5). Rekomendasi ini sejalan dengan panduan global, sehingga ibu tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi sesuai anjuran tenaga kesehatan. Aman atau Tidak? Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul. Jawabannya: aman. Berbagai penelitian dan rekomendasi global menunjukkan bahwa vaksin influenza dan Tdap aman diberikan selama kehamilan dan tidak meningkatkan risiko pada janin (2). Jadi, Kenapa Harus Vaksin Itu Penting? Karena vaksin bukan hanya melindungi ibu dari penyakit, tetapi juga memberikan “bekal perlindungan” pertama bagi bayi. Sebelum bayi bisa menerima imunisasi lengkap, perlindungan dari ibu inilah yang menjadi tameng utamanya. Dan semuanya bisa dimulai sejak masa kehamilan. refferensi: Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Guidelines for vaccinating pregnant women. https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/index.html (dikutip pada tanggal 20 April 2026). American College of Obstetricians and Gynecologists. (2022). Maternal immunization. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance (dikutip pada tanggal 20 April 2026). World Health Organization. (2015). Pertussis vaccines: WHO position paper. https://www.who.int/publications/i/item/WER9035 (dikutip pada tanggal 20 April 2026). Nunes, M. C., & Madhi, S. A. (2018). Prevention of influenza-related illness in young infants by maternal vaccination. The Lancet Infectious Diseases, 18(6), e177–e185. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(18)30090-3 (dikutip pada tanggal 20 April 2026). Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. (2023). Rekomendasi imunisasi pada ibu hamil. https://pogi.or.id (dikutip pada tanggal 20 April 2026).