
Banyak orang tua mengenal HFMD (flu Singapura) sebagai penyakit ringan yang sering dialami anak-anak. Biasanya hanya ditandai dengan demam dan ruam, lalu sembuh dengan sendirinya.
Namun, tidak semua HFMD bersifat ringan. Ada jenis virus tertentu, yaitu Enterovirus 71 (EV71), yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diwaspadai sejak awal (1).
HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) adalah penyakit infeksi yang umum terjadi pada anak, terutama usia di bawah 5 tahun (2). Gejala yang sering muncul antara lain:
● Demam
● Luka atau sariawan di mulut
● Ruam atau lepuhan di tangan dan kaki
Sebagian besar kasus memang ringan. Namun, pada beberapa kasus tertentu—terutama yang disebabkan oleh EV71—penyakit ini bisa berkembang menjadi lebih serius (1).
Berbeda dengan virus penyebab HFMD lainnya, EV71 memiliki kecenderungan menyerang sistem saraf (1). Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti:
● Meningitis (radang selaput otak)
● Ensefalitis (radang otak)
● Gangguan pernapasan
● Bahkan kematian pada kasus berat (1,3)
Yang perlu diwaspadai, kondisi ini dapat berkembang dengan cepat pada anak-anak.
HFMD merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama di lingkungan dengan interaksi tinggi seperti sekolah dan daycare (2).
Virus dapat menyebar melalui:
● Droplet (batuk dan bersin)
● Kontak langsung dengan cairan lepuhan
● Permukaan benda yang terkontaminasi
Anak yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus sebelum gejala muncul, sehingga penyebarannya sering tidak disadari (2).
Wabah HFMD sering terjadi di berbagai negara, khususnya di kawasan Asia Pasifik (3). Meskipun sering dianggap ringan, HFMD tetap memiliki potensi menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak kecil (3). Karena itu, penting bagi orang tua untuk tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan sejak dini.
Saat ini, vaksin untuk melindungi anak dari HFMD berat akibat EV71 telah tersedia dan mulai digunakan sebagai upaya pencegahan (4). Vaksin ini membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus EV71 sebelum terjadi infeksi. Beberapa manfaat vaksin EV71:
● Mengurangi risiko komplikasi neurologis
● Menurunkan risiko rawat inap
● Memberikan perlindungan pada anak usia dini yang paling rentan (4,5)
Vaksin ini umumnya direkomendasikan untuk anak usia mulai 6 bulan ke atas (4).
Selain vaksinasi, orang tua juga dapat melakukan langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan:
● Mengajarkan anak mencuci tangan secara rutin
● Membersihkan mainan dan permukaan yang sering disentuh
● Menghindari kontak dengan anak yang sedang sakit
Langkah ini penting karena HFMD sangat mudah menyebar di lingkungan anak (2).
HFMD memang sering dianggap sebagai penyakit ringan, tetapi jenis virus seperti EV71 dapat menyebabkan komplikasi serius pada anak.
Dengan penyebaran yang cepat dan risiko yang tidak selalu terlihat, pencegahan menjadi langkah paling penting. Vaksinasi EV71, didukung dengan kebiasaan hidup bersih, dapat membantu melindungi anak sejak dini.
Karena dalam kesehatan anak, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
Referensi


Langkah pencegahan hari ini dapat membantu menjaga kesehatan anak esok hari.
Vaksin EV71 adalah vaksin yang membantu tubuh membentuk respon imun terhadap Enterovirus 71, salah satu virus penyebab Hand, Foot, and Mouth Disease atau HFMD yang sering dikenal masyarakat sebagai Flu Singapura. EV71 penting diperhatikan karena pada sebagian kasus dapat berkaitan dengan penyakit yang lebih berat, terutama pada anak kecil. (1) Namun, vaksin EV71 tidak mencegah semua jenis HFMD. HFMD juga dapat disebabkan oleh virus lain, seperti Coxsackievirus A16 dan enterovirus lain. Artinya, anak yang sudah mendapat vaksin EV71 masih bisa terkena HFMD dari virus selain EV71, tetapi vaksin dapat membantu mengurangi risiko HFMD yang disebabkan oleh EV71 sesuai indikasi vaksin. (2) Vaksin EV71 biasanya dipertimbangkan untuk anak sesuai usia, kondisi kesehatan, ketersediaan vaksin, dan rekomendasi dokter atau tenaga kesehatan. Orang tua sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum vaksinasi, terutama bila anak sedang demam, memiliki riwayat alergi berat, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Disclaimer Medis Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter, dokter anak, bidan, atau tenaga kesehatan. Jadwal, jenis vaksin, dan rekomendasi vaksinasi dapat berbeda sesuai usia, kondisi kesehatan, riwayat alergi, komorbid, riwayat vaksin sebelumnya, serta ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan. Untuk keputusan vaksinasi anak, selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang berwenang. Apa Itu HFMD atau Flu Singapura? Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura dalam istilah populer, yaitu infeksi virus yang sering menyerang bayi dan anak-anak. Gejalanya biasanya berupa demam, sariawan atau luka di mulut, serta ruam atau lepuhan kecil di telapak tangan, telapak kaki, dan kadang area bokong. (3) HFMD mudah menular melalui kontak dekat, percikan droplet, cairan dari lepuhan, tinja, atau permukaan benda yang terkontaminasi. Karena itu, penyakit ini sering menyebar di lingkungan anak seperti daycare, sekolah, tempat bermain, dan rumah dengan beberapa anak. (3) Sebagian besar kasus HFMD bersifat ringan dan membaik dengan perawatan suportif, seperti cukup cairan, istirahat, dan obat sesuai anjuran dokter. Namun, orang tua tetap perlu waspada karena anak dapat mengalami sulit makan dan minum akibat nyeri mulut, sehingga berisiko dehidrasi. Baca juga: Flu Singapura (HFMD): Gejala, Penularan, Pencegahan, dan Konsultasi Dokter Kenapa EV71 Perlu Diperhatikan? HFMD dapat disebabkan oleh beberapa virus. Salah satu yang penting adalah Enterovirus 71 atau EV71. Menurut WHO, EV71 dapat menyebabkan spektrum penyakit yang luas, mulai dari tanpa gejala, HFMD ringan, hingga penyakit neurologis berat pada sebagian kasus. (1) Anak usia dini termasuk kelompok yang perlu lebih diperhatikan karena sistem imun mereka masih berkembang dan mereka sering berinteraksi dekat dengan anak lain. Pada kasus yang jarang, infeksi EV71 dapat berkaitan dengan komplikasi serius, seperti gangguan sistem saraf pusat atau masalah jantung-paru. (1) Penting untuk dipahami: kewaspadaan terhadap EV71 bukan berarti semua HFMD akan menjadi berat. Banyak kasus tetap ringan. Namun, mengetahui penyebab, tanda bahaya, dan pilihan pencegahan dapat membantu orang tua mengambil langkah yang lebih tenang dan tepat. Apa Itu Vaksin EV71? Vaksin EV71 adalah vaksin yang dirancang untuk membantu tubuh membentuk respons imun terhadap Enterovirus 71. Vaksin EV71 yang telah dievaluasi regulator merupakan vaksin inaktif, sehingga tidak mengandung virus hidup yang dapat bereplikasi dan menyebabkan infeksi EV71. (2) Secara sederhana, cara kerja vaksin EV71 adalah: vaksin memperkenalkan komponen virus yang sudah diinaktivasi kepada sistem imun; tubuh belajar mengenali EV71; tubuh membentuk antibodi atau respons imun; ketika anak terpapar EV71 di kemudian hari, tubuh diharapkan lebih siap melawan virus tersebut. Vaksin EV71 dapat membantu mencegah HFMD yang disebabkan oleh EV71, tetapi tidak melindungi dari HFMD akibat virus lain. Ini adalah poin penting agar orang tua memiliki ekspektasi yang realistis. (2) Apakah Vaksin EV71 Bisa Mencegah Semua HFMD? Tidak. Vaksin EV71 tidak mencegah semua HFMD. HFMD dapat disebabkan oleh berbagai enterovirus. EV71 adalah salah satu penyebab yang penting karena lebih sering dikaitkan dengan risiko penyakit berat dibanding beberapa penyebab lain. Namun, virus lain seperti Coxsackievirus A16 juga dapat menyebabkan HFMD. (2)(3) Berikut ringkasan sederhananya: PertanyaanJawaban SingkatApakah vaksin EV71 membantu mencegah HFMD?Ya, untuk HFMD yang disebabkan oleh EV71 sesuai indikasi vaksin.Apakah vaksin EV71 mencegah semua penyebab HFMD?Tidak. HFMD juga bisa disebabkan virus lain.Apakah anak masih bisa terkena HFMD setelah vaksin?Bisa, terutama bila penyebabnya bukan EV71.Apakah kebersihan tetap penting setelah vaksin?Ya. Cuci tangan, disinfeksi mainan, dan isolasi saat sakit tetap penting. Dengan pemahaman ini, vaksin EV71 sebaiknya dilihat sebagai bagian dari strategi pencegahan, bukan satu-satunya perlindungan. Siapa yang Dapat Mempertimbangkan Vaksin EV71? Vaksin EV71 terutama relevan untuk anak usia dini sesuai indikasi yang berlaku dan rekomendasi tenaga kesehatan. Di Indonesia, informasi produk yang terdaftar menyebutkan vaksin EV71 digunakan untuk pencegahan HFMD yang disebabkan EV71, dengan jadwal dua dosis sesuai petunjuk produk dan rekomendasi resmi. (2) Orang tua dapat berdiskusi dengan dokter anak bila anak: berusia bayi atau prasekolah sesuai indikasi vaksin; mulai masuk daycare, PAUD, TK, atau sering bermain bersama banyak anak; tinggal serumah dengan saudara yang juga masih kecil; pernah mengalami HFMD dan orang tua ingin memahami opsi pencegahan ke depan; memiliki kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan penilaian dokter sebelum vaksinasi. Vaksinasi sebaiknya ditunda atau dikonsultasikan terlebih dahulu bila anak sedang demam, sakit akut, atau memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap komponen vaksin. Informasi kontraindikasi dan kehati-hatian harus mengikuti petunjuk produk serta penilaian dokter. (2) Jadwal Vaksin EV71: Berapa Kali Diberikan? Berdasarkan informasi produk vaksin EV71 yang terdaftar, vaksin diberikan dalam dua dosis, masing-masing 0,5 mL, dengan jarak sekitar 1 bulan antara dosis pertama dan kedua. (2) Namun, jadwal vaksinasi anak tetap perlu dikonfirmasi dengan dokter atau fasilitas vaksinasi. Tenaga kesehatan akan menilai usia anak, kondisi kesehatan saat datang, riwayat alergi, riwayat vaksin sebelumnya, dan apakah anak sedang mengalami demam atau infeksi akut. Hal yang perlu diingat orang tua: dosis kedua penting untuk melengkapi jadwal vaksin; jangan memberikan vaksin saat anak sedang sakit tanpa penilaian tenaga kesehatan; simpan catatan vaksin anak agar jadwal tidak terlewat; tanyakan apakah vaksin EV71 sesuai untuk usia dan kondisi anak. Baca juga: Kasus HFMD Jadi Perhatian, BPOM Resmi Perluas Vaksin EV71 Manfaat Vaksin EV71 untuk Anak Manfaat utama vaksin EV71 adalah membantu memberikan perlindungan terhadap HFMD yang disebabkan oleh Enterovirus 71. Dalam berbagai studi, vaksin EV71 inaktif menunjukkan perlindungan terhadap penyakit EV71, termasuk potensi manfaat dalam menurunkan risiko penyakit yang lebih berat akibat EV71. (4)(5) Manfaat yang dapat dipahami orang tua: Membantu mengurangi risiko HFMD akibat EV71Vaksin membantu tubuh mengenali EV71 dan membentuk respons imun. Membantu perlindungan pada usia rentanAnak kecil lebih sering terpapar di lingkungan bermain, sekolah, atau daycare. Menjadi bagian dari pencegahan berlapisVaksin tidak menggantikan cuci tangan, kebersihan mainan, dan isolasi saat sakit. Membantu orang tua mengambil langkah preventifDengan informasi yang jelas, orang tua bisa berdiskusi lebih terarah dengan dokter. Vaksin tidak memberikan perlindungan 100%. Namun, vaksinasi dapat menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko penyakit sesuai indikasi dan rekomendasi tenaga kesehatan. Efek Samping Vaksin EV71 yang Perlu Diketahui Seperti vaksin lain, vaksin EV71 dapat menimbulkan efek samping pada sebagian anak. Umumnya efek samping bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri atau kemerahan di area suntikan, demam ringan, rewel, atau rasa tidak nyaman setelah vaksinasi. (2) Efek samping yang perlu dipantau: Efek setelah vaksinApa yang bisa dilakukanNyeri atau kemerahan di area suntikanKompres sesuai anjuran tenaga kesehatan, jangan dipijat keras.Demam ringanPastikan anak cukup minum dan istirahat. Obat penurun demam digunakan sesuai anjuran dokter.Rewel atau tidak nyamanPantau kondisi umum anak dan berikan cairan cukup.Reaksi alergi beratSegera cari bantuan medis bila muncul sesak, bengkak wajah, lemas berat, atau ruam menyeluruh. Reaksi serius setelah vaksin jarang terjadi, tetapi tetap perlu diperhatikan. Setelah vaksinasi, biasanya fasilitas kesehatan akan meminta anak menunggu beberapa saat untuk memantau kemungkinan reaksi segera. Kapan Anak dengan HFMD Harus Segera ke Dokter? Sebagian besar HFMD dapat membaik dengan perawatan suportif. Namun, orang tua perlu segera membawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan bila muncul tanda bahaya. Segera konsultasi bila anak mengalami: demam tinggi atau demam yang tidak membaik; sulit minum atau tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, sangat lemas, atau mulut kering; muntah berulang; tampak sangat mengantuk, sulit dibangunkan, atau kejang; sakit kepala berat, kaku leher, atau tampak bingung; napas cepat, sesak, atau tampak kebiruan; anak masih bayi kecil atau memiliki kondisi kesehatan khusus. Tanda-tanda tersebut tidak boleh ditunda karena sebagian kecil kasus HFMD, terutama yang berkaitan dengan EV71, dapat berkembang lebih serius. (1)(3) Pencegahan HFMD Tidak Cukup Hanya dengan Vaksin Karena HFMD dapat disebabkan oleh berbagai virus, pencegahan tetap perlu dilakukan berlapis. Vaksin EV71 membantu terhadap EV71, tetapi kebiasaan hidup bersih tetap penting untuk menurunkan risiko penularan. Langkah pencegahan sehari-hari: ajarkan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir; cuci tangan setelah dari toilet, sebelum makan, dan setelah mengganti popok; bersihkan mainan, meja, gagang pintu, dan benda yang sering disentuh; hindari berbagi alat makan, botol minum, atau handuk; jauhkan sementara anak yang sakit dari sekolah atau daycare sesuai anjuran tenaga kesehatan; ajarkan etika batuk dan bersin; pantau gejala pada saudara atau teman serumah. CDC menekankan cuci tangan, menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit, serta membersihkan permukaan yang sering disentuh sebagai langkah pencegahan HFMD. (3) Apakah Vaksin EV71 Wajib? Status vaksin dapat berbeda berdasarkan kebijakan negara, rekomendasi profesi, ketersediaan vaksin, dan kondisi masing-masing anak. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya mengikuti informasi dari media sosial atau pengalaman orang lain. Pertanyaan yang bisa diajukan ke dokter: Apakah usia anak saya sesuai untuk vaksin EV71? Apakah anak saya perlu menunda vaksin karena sedang demam atau sakit? Apakah ada riwayat alergi yang perlu diperhatikan? Berapa jadwal dosis pertama dan kedua? Apa efek samping yang perlu dipantau di rumah? Kapan harus kembali kontrol? Pendekatan terbaik adalah mengambil keputusan berdasarkan informasi medis yang jelas, kondisi anak, dan rekomendasi tenaga kesehatan. Baca juga: Panduan Lengkap Vaksinasi untuk Keluarga Indonesia Di Mana Bisa Mendapatkan Vaksin EV71 untuk HFMD? Vaksin EV71 dapat diperoleh di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksinasi anak, seperti klinik vaksinasi, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan resmi tertentu. Ketersediaan vaksin dapat berbeda di setiap wilayah dan fasilitas kesehatan. Sebelum vaksinasi, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau tenaga kesehatan, terutama jika vaksin diberikan untuk bayi, anak dengan riwayat alergi berat, anak yang sedang demam, anak dengan penyakit kronis, atau anak dengan kondisi imun tertentu. Konsultasi membantu memastikan jadwal, jenis vaksin, dan kondisi kesehatan sudah sesuai. Gunakan direktori kesehatan untuk menemukan daftar rumah sakit, puskesmas, atau klinik penyedia vaksin EV71 atau layanan vaksinasi anak di sekitar wilayah Anda. Cari Klinik Vaksinasi Terdekat Kesimpulan Vaksin EV71 adalah vaksin yang membantu melindungi anak dari HFMD atau Hand, Foot, and Mouth Disease yang disebabkan oleh Enterovirus 71. Vaksin ini penting dipahami karena EV71 merupakan salah satu penyebab HFMD yang dapat berkaitan dengan risiko penyakit lebih berat pada sebagian anak. (1) Namun, vaksin EV71 tidak mencegah semua penyebab HFMD. Anak tetap dapat terkena HFMD akibat virus lain, sehingga kebersihan tangan, disinfeksi mainan, etika batuk, dan menghindari kontak dekat dengan anak yang sedang sakit tetap perlu dilakukan. (2)(3) Untuk orang tua, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum vaksinasi. Dengan informasi yang tepat, vaksin EV71 dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan anak secara menyeluruh. Referensi World Health Organization. (n.d.). Enterovirus 71.https://www.who.int/teams/health-product-policy-and-standards/standards-and-specifications/norms-and-standards/vaccine-standardization/enterovirus-71(dikutip pada tanggal 9 Juli 2026). Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2022). Informasi produk Inlive®: Inactivated enterovirus type 71 vaccine.https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/01698216830.pdf(dikutip pada tanggal 9 Juli 2026). Centers for Disease Control and Prevention. (2024). About Hand, Foot, and Mouth Disease.https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/about/index.html(dikutip pada tanggal 9 Juli 2026). Zhang, Y., et al. (2024). Effectiveness of Enterovirus 71 inactivated vaccines against Enterovirus A71-associated hand, foot, and mouth disease.https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10984126/(dikutip pada tanggal 9 Juli 2026). Yan, X., et al. (2025). The efficacy and effectiveness of enterovirus A71 vaccines: A systematic review and meta-analysis.https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12097632/(dikutip pada tanggal 9 Juli 2026). Kode promat: ID-GEN-2026-07-AE48 (07/27)

Flu bukan sekadar batuk dan pilek biasa. Vaksin influenza menjadi salah satu langkah penting untuk membantu melindungi diri dan keluarga dari influenza serta risiko komplikasi yang dapat menyertainya. Terlebih bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan jemaah haji atau umrah, perlindungan terhadap influenza perlu menjadi perhatian. Dalam semangat “Merdeka dari Flu”, mendapatkan vaksin saja bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Pemilihan vaksin influenza yang sesuai dengan perkembangan medis dan rekomendasi terkini juga penting. Salah satu pilihan yang dibahas dalam artikel ini adalah vaksin influenza trivalen dengan teknologi split virion. Mengapa Vaksin Influenza Penting? Influenza merupakan penyakit yang mudah menular melalui percikan udara atau droplet. Pada kelompok tertentu, infeksi influenza dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan menyebabkan komplikasi seperti pneumonia hingga kondisi yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, vaksinasi influenza dapat menjadi bagian dari upaya perlindungan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi. Siapa saja kelompok rentan tersebut? Anak-anak Sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang sehingga anak termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dalam pencegahan influenza. Vaksinasi dapat membantu memberikan perlindungan sekaligus membantu mengurangi risiko penyebaran virus di lingkungan sekolah dan keluarga. Ibu Hamil Kehamilan menyebabkan perubahan pada sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru. Kondisi tersebut dapat membuat ibu hamil lebih rentan terhadap komplikasi akibat influenza. Selain memberikan perlindungan bagi ibu, vaksinasi influenza selama kehamilan juga dapat memberikan kekebalan pasif kepada bayi melalui transfer antibodi. Perlindungan tersebut dapat membantu bayi pada beberapa bulan pertama setelah lahir, ketika bayi belum cukup umur untuk mendapatkan vaksinasi influenza. Lansia Seiring bertambahnya usia, fungsi sistem kekebalan tubuh dapat mengalami penurunan atau immunosenescence. Lansia juga lebih mungkin memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi yang dapat memperburuk kondisi ketika mengalami influenza. Jemaah Haji dan Umrah Ibadah haji dan umrah mempertemukan banyak orang dari berbagai negara dalam lingkungan yang padat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya penularan penyakit pernapasan, termasuk influenza. Oleh karena itu, vaksin influenza dapat menjadi salah satu langkah perlindungan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan mengurangi risiko terkena infeksi saluran pernapasan. Vaksin Influenza Trivalen: Apa yang Perlu Diketahui? Perkembangan ilmu pengetahuan membuat formulasi vaksin influenza terus mengikuti perubahan virus yang beredar. Karena itu, pemilihan vaksin perlu mempertimbangkan rekomendasi dan pedoman terbaru. Salah satu perkembangan yang dibahas adalah penggunaan vaksin influenza trivalen. Mengapa Beralih ke Vaksin Trivalen? Sebelumnya, vaksin influenza quadrivalent yang memberikan perlindungan terhadap empat strain, yaitu dua influenza A dan dua influenza B, banyak digunakan. Namun, berdasarkan materi sumber, WHO merekomendasikan transisi kembali ke vaksin trivalen yang mencakup dua strain influenza A dan satu strain influenza B/Victoria. Salah satu alasannya adalah influenza B/Yamagata tidak lagi terdeteksi bersirkulasi sejak Maret 2020. Untuk rekomendasi WHO yang lebih mutakhir, WHO pada 2026 tetap menyatakan bahwa komponen B/Yamagata tidak lagi diperlukan dalam vaksin influenza. Vaksin Split Virion vs Subunit Selain formulasi vaksin, teknologi pembuatan vaksin influenza juga menjadi salah satu hal yang perlu diketahui. Dua teknologi yang disebutkan dalam materi adalah split virion dan subunit. Apa Itu Vaksin Split Virion? Vaksin influenza dengan teknologi split virion mengandung antigen permukaan sekaligus protein internal virus. Berdasarkan materi sumber, komponen tersebut ditujukan untuk memicu respons sistem imun yang lebih luas. Sementara itu, vaksin dengan teknologi subunit hanya mengandung antigen permukaan virus. Materi sumber menjelaskan bahwa respons kekebalan yang dihasilkan cenderung tidak seluas teknologi split virion. Bagi kelompok yang membutuhkan perlindungan terhadap influenza, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan jemaah haji, teknologi vaksin juga menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan saat berdiskusi dengan tenaga kesehatan. Jadi, Bagaimana Memilih Vaksin Influenza yang Tepat? Memilih vaksin influenza sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan nama atau jenis vaksin. Perkembangan virus influenza dan rekomendasi vaksin dapat berubah sehingga penting untuk mempertimbangkan pedoman terbaru. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain: • Formulasi vaksin influenza yang digunakan.• Rekomendasi terbaru dari otoritas kesehatan.• Teknologi yang digunakan dalam pembuatan vaksin.• Kondisi dan kelompok usia penerima vaksin.• Kondisi kesehatan serta kebutuhan individu. Konsultasikan pilihan vaksin dengan dokter atau tenaga kesehatan agar vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Merdeka dari Flu, Lindungi Diri dan Keluarga Kemerdekaan dari penyakit bukan berarti tidak pernah sakit sama sekali, tetapi juga tentang mengambil langkah pencegahan yang tepat. Vaksin influenza merupakan salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap influenza. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta jemaah haji dan umrah, perlindungan terhadap influenza menjadi semakin penting. Kenali pilihan vaksin dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan vaksinasi yang sesuai. Dengan langkah pencegahan yang tepat, mari wujudkan semangat “Merdeka dari Flu” dan tetap aktif menjalani berbagai aktivitas bersama orang-orang tercinta. REFERENSI World Health Organization (WHO). (2023). Recommended composition of influenza virus vaccines for use in the 2024 southern hemisphere influenza season. https://www.who.int/publications/m/item/recommended-composition-of-influenza-virus-vaccines-for-use-in-the-2024-southern-hemisphere-influenza-season. Last accessed: 7 October 2026. Zaman, K., et al. (2008). Effectiveness of Maternal Influenza Immunization in Mothers and Infants. New England Journal of Medicine, 359(15), 1555–1564. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa0708630. Last accessed: 7 October 2026. Gemmill, I., & Young, K., on behalf of the National Advisory Committee on Immunization (NACI). (2018). Summary of the NACI literature review on the comparative effectiveness of subunit and split virus inactivated influenza vaccines in older adults. Canada Communicable Disease Report, 44(6), 129–133. https://www.canada.ca/en/public-health/services/reports-publications/canada-communicable-disease-report-ccdr/monthly-issue/2018-44/issue-6-june-7-2018/article-2-summary-subunit-split-virus-influenza-vaccine.html. Last accessed: 9 October 2026. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Haji. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1875. https://peraturan.go.id/files/bn1875-2016.pdf. Last accessed: 9 October 2026. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025, 3 Juni). Ketua Tim Asistensi ingatkan jemaah haji kurangi aktivitas di siang hari dan lakukan vaksinasi. https://kemkes.go.id/id/ketua-tim-asistensi-ingatkan-jemaah-haji-kurangi-aktivitas-di-siang-hari-dan-lakukan-vaksinasi. Last accessed: 9 October 2026. ID-GEN-2026-10-GPYH (10/26)
Penularan HFMD pada anak terutama dapat terjadi melalui empat jalur, yaitu percikan dan cairan saluran pernapasan, kontak dengan tinja, cairan dari lepuhan kulit, serta benda atau permukaan yang telah terkontaminasi virus. Penularan lebih mudah terjadi ketika anak bermain atau berinteraksi dekat di rumah, sekolah, daycare, dan tempat bermain. HFMD atau Hand, Foot, and Mouth Disease adalah penyakit infeksi virus yang paling sering menyerang anak kecil, terutama anak berusia di bawah lima tahun. Sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat membaik, tetapi luka di mulut dapat membuat anak sulit minum hingga berisiko mengalami dehidrasi. (1)(2) Mengetahui jalur penularannya dapat membantu orang tua melakukan pencegahan secara lebih tepat tanpa harus membatasi seluruh aktivitas anak secara berlebihan. Disclaimer Medis Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan. Pemeriksaan, penanganan, serta rekomendasi vaksinasi dapat berbeda sesuai usia anak, gejala, kondisi kesehatan, riwayat alergi, riwayat vaksin sebelumnya, dan pertimbangan klinis dokter. Segera konsultasikan kondisi anak apabila anak sulit minum, tampak sangat lemas, mengalami penurunan kesadaran, kejang, sesak, demam menetap, atau menunjukkan tanda dehidrasi. Apa Itu HFMD pada Anak? HFMD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kelompok virus enterovirus. Virus yang sering dikaitkan dengan penyakit ini antara lain Coxsackievirus A16, Coxsackievirus A6, dan Enterovirus 71 atau EV71. (1)(3) Gejala HFMD umumnya meliputi: Demam. Nyeri tenggorokan. Nafsu makan berkurang. Sariawan atau luka yang terasa nyeri di dalam mulut. Ruam atau lepuhan kecil di telapak tangan dan telapak kaki. Ruam di bokong, lengan, tungkai, atau sekitar area genital pada sebagian anak. HFMD pada manusia berbeda dengan penyakit mulut dan kuku pada hewan. Penyebabnya berbeda dan HFMD tidak ditularkan dari hewan ternak kepada manusia. (3)(4) Penyakit ini lebih sering ditemukan pada bayi dan anak kecil, tetapi anak yang lebih besar, remaja, dan orang dewasa juga dapat terinfeksi. Bahkan, seseorang yang terinfeksi dapat tidak menunjukkan gejala tetapi tetap berpotensi membawa dan menyebarkan virus. (1)(2) Mengapa HFMD Mudah Menular di Antara Anak? Anak kecil sering menyentuh mainan, memasukkan tangan ke mulut, berbagi benda, atau bermain dengan jarak yang sangat dekat. Kebiasaan tersebut merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang, tetapi juga mempermudah perpindahan virus. Tempat dengan interaksi anak yang cukup intensif dapat menjadi lokasi penularan, seperti: Rumah dengan beberapa anak. PAUD, taman kanak-kanak, dan sekolah. Daycare atau tempat penitipan anak. Playground dan ruang bermain bersama. Tempat makan atau kegiatan keluarga. Fasilitas umum dengan banyak benda yang disentuh bersama. Seseorang yang terkena HFMD biasanya paling mudah menularkan penyakit pada minggu pertama. Namun, virus masih dapat ditemukan dalam tubuh, terutama pada tinja, selama beberapa waktu setelah gejalanya membaik. Karena itu, kebiasaan mencuci tangan tetap perlu dilanjutkan meskipun anak sudah terlihat sehat. (4)(5) Waspadai 4 Cara Penularan HFMD pada Anak 1. Melalui Percikan dan Cairan Saluran Pernapasan Virus penyebab HFMD dapat ditemukan dalam air liur, lendir hidung, dan cairan tenggorokan orang yang terinfeksi. Percikan kecil dapat keluar ketika anak batuk, bersin, berbicara, atau menangis dari jarak dekat. (1)(3) Penularan dapat terjadi ketika anak: Berbicara atau bermain sangat dekat dengan anak yang sedang sakit. Terkena percikan batuk atau bersin. Berpelukan atau berciuman dengan orang yang terinfeksi. Berbagi gelas, sendok, botol minum, atau alat makan. Menggunakan saputangan atau handuk yang sama. HFMD memang dapat menyebar melalui percikan pernapasan. Namun, penyebutannya sebagai “penularan melalui udara” perlu dipahami secara hati-hati. Penularan terutama berkaitan dengan percikan dan kontak dekat, bukan berarti virus selalu menyebar jauh melalui udara seperti asap. Cara mengurangi risikonya: Ajarkan anak menutup batuk dan bersin dengan siku bagian dalam. Buang tisu bekas segera ke tempat sampah tertutup. Jangan berbagi alat makan dan botol minum. Kurangi kontak dekat dengan anak yang sedang mengalami gejala. Bersihkan tangan setelah menyeka hidung atau air liur anak. 2. Melalui Tinja dan Tangan yang Terkontaminasi Virus penyebab HFMD dapat keluar bersama tinja orang yang terinfeksi. Penularan ini sering disebut jalur fekal-oral, yaitu ketika partikel virus dari tinja berpindah ke tangan, benda, makanan, atau mulut orang lain. (2)(4) Situasi yang perlu diperhatikan antara lain: Mengganti popok anak yang terinfeksi. Membantu anak menggunakan toilet. Anak belum mencuci tangan setelah buang air. Membersihkan toilet atau pispot tanpa mencuci tangan sesudahnya. Menyiapkan makanan setelah mengganti popok. Anak menyentuh benda dengan tangan yang belum bersih. Jumlah kotoran yang terlihat tidak harus banyak agar terjadi kontaminasi. Karena itu, tangan yang tampak bersih tetap perlu dicuci dengan sabun dan air mengalir. SituasiLangkah pencegahanMengganti popokBuang popok dengan benar dan cuci tangan setelahnyaMembersihkan pispotBersihkan alat dan area di sekitarnyaMembantu anak di toiletPastikan anak dan pendamping mencuci tanganMenyiapkan makananCuci tangan terlebih dahuluMembersihkan tinja atau muntahanGunakan sarung tangan bila tersedia, lalu cuci tangan Mencuci tangan sangat penting setelah mengganti popok, setelah menggunakan toilet, sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, dan setelah membersihkan cairan tubuh anak. 3. Melalui Cairan dari Lepuhan Kulit Ruam HFMD dapat berkembang menjadi lepuhan kecil yang berisi cairan. Cairan dari lepuhan tersebut dapat mengandung virus dan berpotensi menularkan infeksi jika mengenai tangan atau kulit orang lain. (1)(5) Risiko penularan dapat meningkat ketika: Lepuhan disentuh atau digaruk. Lepuhan pecah dan cairannya mengenai tangan. Anak berbagi handuk, pakaian, atau perlengkapan pribadi. Cairan lepuhan mengenai seprai atau permukaan benda. Orang lain membersihkan kulit anak tanpa mencuci tangan setelahnya. Lepuhan tidak perlu sengaja dipecahkan. Memecahkan atau menggaruk lepuhan dapat menyebabkan iritasi, luka terbuka, dan meningkatkan risiko infeksi bakteri sekunder. Langkah yang dapat dilakukan: Jaga area ruam tetap bersih. Potong kuku anak agar tidak mudah melukai kulit. Hindari mengoleskan obat sembarangan. Jangan berbagi handuk dan pakaian. Cuci tangan setelah merawat atau menyentuh area ruam. Konsultasikan dengan dokter bila kulit menjadi sangat merah, bengkak, bernanah, atau terasa semakin nyeri. 4. Melalui Mainan, Alat Makan, dan Permukaan Terkontaminasi Virus dapat berpindah ke benda ketika seseorang yang terinfeksi menyentuhnya dengan tangan yang terkontaminasi atau ketika percikan cairan tubuh mengenai permukaan tersebut. Anak lain kemudian dapat menyentuh benda yang sama dan memasukkan tangan ke mulut, hidung, atau mata. (1)(2) Benda yang sering disentuh bersama meliputi: Mainan. Gagang pintu. Meja dan kursi. Botol minum. Peralatan makan. Alat tulis. Tablet atau telepon genggam. Pagar tempat tidur. Permukaan toilet. Peralatan bermain. Benda tidak selalu tampak kotor meskipun telah terkontaminasi. Oleh karena itu, membersihkan benda yang sering disentuh menjadi salah satu bagian penting dalam pencegahan. Prioritas pembersihan di rumah atau daycare: Mainan yang sering masuk ke mulut. Meja makan dan kursi anak. Gagang pintu dan sakelar. Toilet, pispot, dan area mengganti popok. Peralatan elektronik yang digunakan bersama. Botol minum dan alat makan. Gunakan produk pembersih atau disinfektan sesuai petunjuk pada label. Jangan mencampur berbagai cairan pembersih karena dapat menghasilkan uap berbahaya. Ringkasan Empat Jalur Penularan HFMD Cara penularanContoh sehari-hariPencegahan utamaPercikan dan cairan pernapasanBatuk, bersin, air liur, berbagi alat makanEtika batuk dan hindari berbagi barang pribadiTinjaMengganti popok dan membantu anak di toiletCuci tangan dengan sabunCairan lepuhanMenyentuh atau memecahkan lepuhanHindari menyentuh dan jaga kulit tetap bersihBenda terkontaminasiMainan, meja, gagang pintu, botol minumBersihkan permukaan yang sering disentuh Baca juga: Panduan Vaksinasi Keluarga Indonesia: Anak, Dewasa, dan Lansia Bagaimana Mencegah Penularan HFMD di Rumah? Tidak semua paparan dapat dicegah sepenuhnya. Namun, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko penyebaran. Checklist pencegahan untuk keluarga Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Dampingi anak kecil ketika mencuci tangan. Jangan berbagi sendok, gelas, botol minum, dan handuk. Bersihkan mainan dan permukaan yang sering disentuh. Cuci tangan setiap selesai mengganti popok. Ajarkan etika batuk dan bersin. Kurangi kontak erat ketika anggota keluarga sedang sakit. Jangan sengaja memecahkan lepuhan. Bersihkan peralatan makan dengan baik. Pantau anak lain di rumah jika mulai mengalami demam atau sariawan. Sabun dan air mengalir penting terutama ketika tangan terlihat kotor, setelah menggunakan toilet, dan setelah mengganti popok. Pembersih tangan berbasis alkohol dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi tidak selalu menggantikan kebutuhan mencuci tangan dengan sabun. Apakah Anak dengan HFMD Boleh Sekolah? Anak yang sedang demam, tampak tidak sehat, memiliki luka mulut yang menyebabkan air liur sulit dikendalikan, atau tidak mampu mengikuti kegiatan sebaiknya beristirahat di rumah dan diperiksakan bila diperlukan. Keputusan kembali ke sekolah atau daycare perlu mempertimbangkan: Kondisi umum anak. Ada atau tidaknya demam. Kemampuan makan dan minum. Kemampuan mengikuti kegiatan. Kebijakan sekolah atau daycare. Saran dokter atau tenaga kesehatan. Ketentuan dari dinas kesehatan setempat jika sedang terjadi peningkatan kasus. Virus dapat tetap dikeluarkan setelah gejala membaik. Karena itu, menunggu hingga virus sama sekali tidak ditemukan biasanya tidak praktis. Kebersihan tangan, toilet, mainan, dan permukaan tetap menjadi langkah utama setelah anak kembali beraktivitas. (2)(5) Apakah Ada Vaksin untuk HFMD? Vaksin EV71 telah terdaftar di Indonesia untuk membantu Mencegah HFMD yang disebabkan oleh Enterovirus 71. Namun, vaksin ini tidak melindungi terhadap seluruh virus penyebab HFMD, seperti Coxsackievirus A16 atau tipe enterovirus lainnya. Penggunaannya perlu berdasarkan usia yang disetujui, kondisi kesehatan anak, dan rekomendasi dokter. (6) Artinya, anak yang telah menerima vaksin EV71 tetap perlu menjalankan kebiasaan pencegahan seperti mencuci tangan, membersihkan mainan, dan menghindari berbagi alat makan. Vaksin juga tidak memberi perlindungan 100%. Tujuannya adalah membantu tubuh membentuk respons imun terhadap virus yang menjadi target vaksin. Efek samping setelah vaksinasi umumnya dapat berupa reaksi ringan seperti nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan dan demam. Efek samping serius dapat terjadi tetapi jarang. Orang tua perlu mengikuti petunjuk observasi setelah vaksinasi dan mencari bantuan medis jika muncul sesak, pembengkakan berat, penurunan kesadaran, atau tanda reaksi alergi berat. (6) Baca juga: Artikel Edukasi Vaksin dan Pencegahan Penyakit Kapan Anak dengan HFMD Perlu Dibawa ke Dokter? Sebagian besar anak dapat membaik dengan perawatan suportif. Namun, orang tua perlu memperhatikan kemampuan anak minum dan kondisi umumnya. Konsultasikan anak kepada dokter apabila: Anak sulit minum karena luka di mulut. Buang air kecil lebih sedikit daripada biasanya. Mulut dan bibir tampak kering. Anak tidak mengeluarkan air mata saat menangis. Anak tampak sangat lemas atau terus mengantuk. Demam menetap atau kondisi tidak membaik. Anak masih bayi, terutama berusia di bawah enam bulan. Anak memiliki gangguan sistem imun atau penyakit kronis. Ruam tampak bernanah, membengkak, atau semakin nyeri. Segera cari pertolongan medis apabila anak mengalami kejang, kesulitan bernapas, penurunan kesadaran, kelemahan anggota tubuh, sakit kepala berat, leher kaku, atau kondisi memburuk dengan cepat. Komplikasi berat HFMD jarang terjadi, tetapi memerlukan pemeriksaan dan penanganan segera. (2)(3) Dimana Bisa Mendapatkan Informasi Tentang Vaksin HFMD? Vaksin EV71 dapat ditanyakan di rumah sakit, klinik anak, atau fasilitas vaksinasi resmi yang menyediakan layanan tersebut. Ketersediaannya dapat berbeda di setiap fasilitas dan wilayah. Sebelum vaksinasi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan. Konsultasi diperlukan untuk memastikan bahwa usia anak, kondisi kesehatan, riwayat alergi, jadwal pemberian, dan jenis vaksin telah sesuai. Perlu dipahami bahwa vaksin EV71 ditujukan untuk membantu melindungi dari HFMD akibat EV71, bukan seluruh penyebab HFMD. Pencegahan melalui kebersihan tangan, pengelolaan popok, pembersihan mainan, dan pembatasan kontak ketika sakit tetap diperlukan. Gunakan direktori kesehatan untuk menemukan daftar rumah sakit, puskesmas, klinik anak, atau fasilitas vaksinasi resmi di sekitar wilayah Anda. Cari Klinik Vaksinasi Terdekat Kesimpulan Empat cara penularan HFMD pada anak adalah melalui percikan dan cairan saluran pernapasan, kontak dengan tinja, cairan lepuhan, serta benda atau permukaan yang terkontaminasi. Penularan mudah terjadi ketika anak berinteraksi dekat, berbagi benda, atau belum terbiasa menjaga kebersihan tangan. Pencegahan tidak harus dilakukan dengan rasa panik. Kebiasaan mencuci tangan, membersihkan mainan dan permukaan, tidak berbagi alat makan, mengelola popok dengan aman, serta mengistirahatkan anak yang sedang sakit dapat membantu mengurangi risiko penyebaran. Orang tua juga dapat berdiskusi dengan dokter mengenai pilihan perlindungan tambahan, termasuk vaksin EV71 sesuai usia dan kondisi anak. Vaksin tidak melindungi dari seluruh penyebab HFMD sehingga tetap perlu disertai perilaku hidup bersih. Referensi Centers for Disease Control and Prevention. (2024). HFMD: Causes and how it spreads.https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/causes/index.html(dikutip pada 16 Juli 2026). Centers for Disease Control and Prevention. (2024). About hand, foot, and mouth disease.https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/about/index.html(dikutip pada 16 Juli 2026). Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2016). Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD).https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/hand-foot-mouth-and-disease-hfmd(dikutip pada 16 Juli 2026). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Kenali penyakit Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) pada anak di masa peralihan musim.https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2023/kenali-penyakit-hand-foot-and-mouth-disease-hfmd-pada-anak-di-masa-peralihan-musim(dikutip pada 16 Juli 2026). World Health Organization. (n.d.). Hand, foot and mouth disease in Viet Nam.https://www.who.int/vietnam/health-topics/hand-foot-and-mouth-disease-%28hfmd%29(dikutip pada 16 Juli 2026). Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2026). Informasi produk vaksin Enterovirus tipe 71, inaktif.https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/01771903571.pdf(dikutip pada 16 Juli 2026). Kode promat: ID-GEN-2026-07-BCNV (07/27)